SLBN 25 Sintang

 


Senin, 9 Februari 2026


Sintang — SLBN 25 Sintang terus memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah melalui penerapan kebiasaan Senyum, Sapa, Salam (3S). Program ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk membangun karakter ramah, sopan, dan berempati di kalangan peserta didik maupun seluruh warga sekolah.

Kepala SLBN 25 Sintang menyampaikan bahwa budaya 3S bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga bagian dari pembiasaan nilai-nilai moral sejak dini. “Kami ingin sekolah menjadi tempat yang nyaman dan hangat bagi semua. Dengan Senyum, Sapa, Salam, anak-anak belajar menghargai sesama dan menumbuhkan rasa percaya diri,” ujarnya.

Penerapan budaya ini dilakukan setiap hari, dimulai dari gerbang sekolah. Guru dan pegawai menyambut siswa dengan senyum dan salam, sementara para siswa diajak untuk membalas dengan sikap serupa. Di dalam lingkungan sekolah, budaya 3S juga diterapkan saat berinteraksi dengan teman, guru, maupun tamu yang datang.

Selain itu, guru-guru juga memberikan contoh langsung dalam keseharian, sehingga siswa dapat melihat dan meniru perilaku positif tersebut. “Anak-anak berkebutuhan khusus perlu pendekatan yang hangat dan konsisten. Dengan cara ini, mereka lebih mudah merasa diterima dan termotivasi,” tambah salah satu guru.

Warga sekolah mengaku bahwa kebiasaan ini membawa suasana yang lebih harmonis dan menyenangkan. Banyak siswa yang mulai terbiasa menyapa dan memberi salam tanpa diminta, menunjukkan perkembangan karakter yang signifikan.

SLBN 25 Sintang berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya 3S sebagai bagian dari pendidikan karakter, sehingga sekolah menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh semangat kebersamaan.


https://youtu.be/CzewNtWByVA?si=__z_SR-nv-qRH6Ks








Posting Komentar untuk "SLBN 25 Sintang"